EUIS SUNARTI

Membangun Ketahanan Keluarga dan SDM Indonesia Berkualitas

TAMAN KELUARGA KITA

June 13th, 2017

Drama “TAMAN KELUARGA KITA” merupakan sebuah drama yang dikemas untu mengajak semua pihak terlibat turuntangan dalam membangun lingkungan ramah keluarga yang bertujuan untuk menunjukkan pentingnya para keluarga membangun lingkungan terdekat yang memungkinkan para keluarga memiliki ruang untuk berinteraksi dan berkomunikasi, mendiskusikan berbagai persoalan kehidupan dan mencari solusi berbagai masalah, juga  membangun pertetanggaan. Itulah kehidupan sesungguhnya, dan kualitas hidup keluarga ditentukan seberapa mampu terkait dan terikat dengan lingkungan terdekatnya.

Drama ini menceritakan kegelisahan pemuda/pemudi yang menangkap terjadinya penurunan kepedulian dan keinginan berbagi, perlakuan dan penggunaan kata kasar kepada anak, juga sikap cuek yang tergambar dari lingkungan yang kumuh, gersang dan tak terurus. Kerinduannya akan lingkungan yang penuh kekerabatan dan ramah keluarga memunculkan ide perbaikan lingkungan dengan memanfaatkan lahan kosong untuk membangun taman keluarga. Mereka menyampaikan ide tersebut dengan sopan dan baik sehingga disambut secara baik oleh tokoh masyarakat.

Selain memenuhi fungsi fisik ekologis sebagai “Ruang Terbuka Hijau”,  “Taman Keluarga Kita” yang dirancang berfungsi secara social untuk membangun pertetanggaan yang baik dimana setiap keluarga bisa berkomunikasi dan berdiskusi mengenai berbagai fungsi keluarga, kondisi ekonomi, pengasuhan anak, aktivitas remaja, dan kepedulian terhadap keluarga rentan.

Taman Keluarga Kita merupakan wahana yang bisa dilengkapi sarana agar para keluarga bisa berkumpul, berdiskusi, berbagi, dan peduli terhadap berbagai hal kehidupan sehari-hari. Para ibu dapat berinteraksi dan mengkomunikasikan pengasuhan dan mekanisme perlindungan anak, mengembangkan mekanisme kepedulian dan berbagi. Juga wahana bagi para lansia untuk tetap produktif berkontribusi seperti membangun perpustakaan dan mendongeng untuk membangun karakter anak. Demikian halnya para remaja bisa memenfaatkan taman untuk mengembangkan program PIKR dan GENRE (Generasi Berencana), dan  mengembangkan kreativitas dan keterampilan hidup.

Drama “Taman Keluarga Kita” menunjukkan bahwa berawal dari kepedulian dan kemudian diwujudkan dalam langkah-langkah nyata membangun taman sederhana, dapat mengubah suatu lingkungan yang semula gersang tidak terawat, kini menjadi tempat dimana para keluarga betah dan dapat melakukan fungsi social dan lingkungan.

—————————————–

Ide Cerita: Euis Sunarti 
Penulis Naskah: Annas, Euis Sunarti, Milatul Ulfa Nur Rochimah, Lisa’ adah Arisna Dewi

NASKAH DRAMA TAMAN KELUARGA KITA GKKI 2016

PENGEMBANGAN ECOVILLAGE: Jalan Mewujudkan Kehidupan Penduduk serta Lingkungan yang Berkualitas

March 4th, 2012

Euis Sunarti

Kepala Bagian Ilmu Keluarga, Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen, Fakultas Ekologi Manusia

 

ecovillage is family and community development model

Masalah dan Tantangan Pembangunan Perdesaan

Tantangan pembangunan di berbagai bidang di Indonesia semakin besar seiring meningkatnya tuntutan pemenuhan hak asasi manusia Indonesia untuk memperoleh kehidupan yang berkualitas, namun tanpa merusak lingkungan alam maupun lingkungan sosial. Peningkatan kualitas kehidupan manusia hendaknya diperoleh dengan tetap menjaga atau mempertahankan lingkungan sehingga memiliki daya dukung yang optimal dan berkelanjutan. Semakin besarnya tantangan pembangunan juga berkaitan dengan ketatnya persaingan di berbagai aspek kehidupan di era globalisasi dewasa ini, ditambah dengan terjadinya penurunan secara nyata kualitas lingkungan dan sumberdaya alam yang diakibatkan tata kelola yang tidak mempertimbangkan keberlanjutan daya dukung alam bagi kehidupan manusia. Sebagian dari kejadian bencana alam yang terjadi di Indonesia belakangan ini terkait dengan pengabaian prinsip ekologi, yaitu prinsip yang menekankan saling keterkaitan dan ketergantungan -sehingga harus sinergis dan harmonis- antara manusia dengan lingkungannya.

Berbagai masalah pembangunan seperti kemiskinan, pengangguran, urbanisasi dan masalah kependudukan, mengarahkan berbagai pihak untuk melakukan percepatan dan pemerataan pembangunan, salah satunya dengan menurunkan ketimpangan kemajuan antar wilayah dan antara perkotaan dan perdesaan. Fakta menunjukkan bahwa masih banyak potensi alam yang umumnya terdapat di wilayah perdesaan, belum tergali dan termanfaatkan, demikian halnya masih banyak industri primer yang belum mendapat sentuhan nilai tambah ekonomi. Padahal penelitian menunjukkan bahwa peningkatan nilai tambah produk pertanian primer (second cropp) di beberapa negara dipercaya berhasil mengurangi kemiskinan, terutama kemiskinan di pedesaan dan di sektor pertanian.  Sementara itu di sisi lain banyak hasil kajian dan penelitian mengenai teknologi terapan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat yang belum diimplementasikan.

Kenyataan tersebut mendorong semua pihak untuk menggerakkan pembangunan pembangunan perdesaan dan pertanian.  Terlebih lagi fakta menunjukkan bahwa pertanian merupakan sektor ekonomi yang mampu bertahan di era krisis ekonomi. Sebagai salah satu upaya ke arah tersebut adalah melalui rancang bangun kawasan dan infrastruktur pedesaan yang dapat menciptakan suatau kawasan yang ideal, baik untuk kegiatan ekonomi produksi maupun sebagai kawasan pemukiman. Konsep tersebut dikenal dengan ecovillage yaitu konsep tata ruang dan wilayah yang memperhatikan kualitas penduduk dan kualitas ekologis, yang bersifat holistic karena melibatkan semua dimensi kehidupan makhluk hidup. Ecovillage merupakan pembangunan kawasan perdesaan yang mempertimbangkan pencapaian kualitas individu, keluarga, masyarakat serta kualitas lingkungan alam yang berkelanjutan. Dengan demikian diharapkan akan terjadi arus balik dari kota ke desa yang dapat mengurangi masalah kependudukan, masalah urbanisasi, masalah energi, serta masalah sosial perkotaan  yang makin kompleks.

EUIS SUNARTI

Membangun Ketahanan Keluarga dan SDM Indonesia Berkualitas