EUIS SUNARTI

Membangun Ketahanan Keluarga dan SDM Indonesia Berkualitas

Data Base Kurang, NTT Tak Masuk Daerah Kering [Kompas.com] - EUIS SUNARTI

Data Base Kurang, NTT Tak Masuk Daerah Kering [Kompas.com]

April 21st, 2012

KUPANG, KOMPAS.com – Meskipun selama ini dikenal menjadi daerah terkering di Indonesia, namun NTT tidak masuk dalam kategori daerah yang mengalami bencana kekeringan, pada analisis yang dilakukan Pusat Studi Bencana, Institut Pertanian Bogor (IPB). Hal itu disebabkan oleh kurangnya data base soal pertanian di Nusa Tenggara Timur.

“NTT tidak termasuk dalam kategori daerah bencana kekeringan,” kata Dr. Euis Sunarti, dari Pusat Studi Bencana IPB,  pada workshop pemetaan wilayah rawan bencana di Kupang, Senin.

Dia mengatakan, NTT tidak masuk sebagai daerah yang rawan bencana kekeringan, karena data base tentang lahan pertanian dan data pendukungnya sangat terbatas, sehingga setelah dilakukan analisis, NTT justru berada di bawah Kalimantan Timur (Kaltim).

“Data yang dimasukkan tidak valid, sehingga ketika dilakukan analisis, ternyata NTT tidak masuk kategori itu (bencana kekeringan),” katanya.

Dia mengatakan, provinsi yang indeks kekeringannya tinggi, yakni Kaltim berdasarkan analisis yang telah dilakukan, sedangkan indeks kekeringan NTT masih berada di bawah Kaltim.

“Indeks kekeringan NTT tidak termasuk kategori merah, sehingga bencana kekeringannya dinilai tidak sensitif,” katanya.

Diakuinya, berdasarkan laporan dari Dinas Pertanian dan Perkebunan NTT bahwa banyak alat ukur yang dipakai untuk mengetahui intensitas curah hujan, rusak. Rusaknya alat tersebut, mengakibatkan data yang disampaikan untuk dianalisis tidak valid.

Meskipun demikian, lanjutnya, NTT masih termasuk dalam daerah yang rawan bencana kekeringan. Hasil analisis tersebut berbeda dengan kenyataan yang terjadi di wilayah Provinsi NTT, yang sebagian besar daerah  terancam kekeringan, seperti di Kabupaten Kupang yang sudah mulai kesulitan mendapatkan air bersih dan kepentingan irigasi.

Dia menambahkan, pihaknya akan melakukan penelitian ulang terhadap bencana kekeringan di wilayah ini, namun meminta agar data yang diberikan oleh pemerintah daerah harus benar-benar valid, sehingga hasil penelitiannya dapat digunakan untuk menyusun program  kedepan.

“Data harus diperbaiki ulang, sehingga analisis yang dihasilkan benar-benar valid,” katanya.

Sumber: http://nasional.kompas.com. 2009

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

EUIS SUNARTI

Membangun Ketahanan Keluarga dan SDM Indonesia Berkualitas