EUIS SUNARTI

Membangun Ketahanan Keluarga dan SDM Indonesia Berkualitas

CARE EMPOWERMENT TO MOTHERS, CADRES, AND PRE-MARRIED WOMEN TO IMPROVE CHILDREN NUTRITIONAL STATUS

March 4th, 2012


SUMMARY 

Nestle Foundation, Child Care, empowerment, ipb.ac.id

UNICEF decides the aspect of care to be one determinant factor of children nutritional status. Realizing that there is a limited knowledge and skills among  families about care resources and practices, it is very urgent to make efforts in improving care practices and analyze their effect on  children nutritional status.

The objectives of the study are  : (1) To develop care resources and care behaviors instruments, (2) To asses care resources and behavior of mother, cadre, and pre-married women, (3) To develop instructional materials and instrument of care empowerment, (4) To implement care empowerment intervention to mother,  cadre, and pre-married women, and (5) To evaluate care empowerment intervention to children growth and development

This study  conducted in West Java Province. Sample involves mothers and their children under three years old, divided into two experimental units and four groups ; each experimental unit consits two groups (poor and non poor family).  About 20 village cadres and  pre-married women also get intervention  to support building capacity and the sustainability of activities. Research activities include collection of base-line and end-line data, development of  instructional materials and research instrument,  care intervention, and  extention activity to cadre and pre-married women.

PENGEMBANGAN ECOVILLAGE: Jalan Mewujudkan Kehidupan Penduduk serta Lingkungan yang Berkualitas

March 4th, 2012

Euis Sunarti

Kepala Bagian Ilmu Keluarga, Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen, Fakultas Ekologi Manusia

 

ecovillage is family and community development model

Masalah dan Tantangan Pembangunan Perdesaan

Tantangan pembangunan di berbagai bidang di Indonesia semakin besar seiring meningkatnya tuntutan pemenuhan hak asasi manusia Indonesia untuk memperoleh kehidupan yang berkualitas, namun tanpa merusak lingkungan alam maupun lingkungan sosial. Peningkatan kualitas kehidupan manusia hendaknya diperoleh dengan tetap menjaga atau mempertahankan lingkungan sehingga memiliki daya dukung yang optimal dan berkelanjutan. Semakin besarnya tantangan pembangunan juga berkaitan dengan ketatnya persaingan di berbagai aspek kehidupan di era globalisasi dewasa ini, ditambah dengan terjadinya penurunan secara nyata kualitas lingkungan dan sumberdaya alam yang diakibatkan tata kelola yang tidak mempertimbangkan keberlanjutan daya dukung alam bagi kehidupan manusia. Sebagian dari kejadian bencana alam yang terjadi di Indonesia belakangan ini terkait dengan pengabaian prinsip ekologi, yaitu prinsip yang menekankan saling keterkaitan dan ketergantungan -sehingga harus sinergis dan harmonis- antara manusia dengan lingkungannya.

Berbagai masalah pembangunan seperti kemiskinan, pengangguran, urbanisasi dan masalah kependudukan, mengarahkan berbagai pihak untuk melakukan percepatan dan pemerataan pembangunan, salah satunya dengan menurunkan ketimpangan kemajuan antar wilayah dan antara perkotaan dan perdesaan. Fakta menunjukkan bahwa masih banyak potensi alam yang umumnya terdapat di wilayah perdesaan, belum tergali dan termanfaatkan, demikian halnya masih banyak industri primer yang belum mendapat sentuhan nilai tambah ekonomi. Padahal penelitian menunjukkan bahwa peningkatan nilai tambah produk pertanian primer (second cropp) di beberapa negara dipercaya berhasil mengurangi kemiskinan, terutama kemiskinan di pedesaan dan di sektor pertanian.  Sementara itu di sisi lain banyak hasil kajian dan penelitian mengenai teknologi terapan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat yang belum diimplementasikan.

Kenyataan tersebut mendorong semua pihak untuk menggerakkan pembangunan pembangunan perdesaan dan pertanian.  Terlebih lagi fakta menunjukkan bahwa pertanian merupakan sektor ekonomi yang mampu bertahan di era krisis ekonomi. Sebagai salah satu upaya ke arah tersebut adalah melalui rancang bangun kawasan dan infrastruktur pedesaan yang dapat menciptakan suatau kawasan yang ideal, baik untuk kegiatan ekonomi produksi maupun sebagai kawasan pemukiman. Konsep tersebut dikenal dengan ecovillage yaitu konsep tata ruang dan wilayah yang memperhatikan kualitas penduduk dan kualitas ekologis, yang bersifat holistic karena melibatkan semua dimensi kehidupan makhluk hidup. Ecovillage merupakan pembangunan kawasan perdesaan yang mempertimbangkan pencapaian kualitas individu, keluarga, masyarakat serta kualitas lingkungan alam yang berkelanjutan. Dengan demikian diharapkan akan terjadi arus balik dari kota ke desa yang dapat mengurangi masalah kependudukan, masalah urbanisasi, masalah energi, serta masalah sosial perkotaan  yang makin kompleks.

EUIS SUNARTI

Membangun Ketahanan Keluarga dan SDM Indonesia Berkualitas