EUIS SUNARTI

Membangun Ketahanan Keluarga dan SDM Indonesia Berkualitas

Mengasuh Dengan Hati

June 14th, 2017

Mengasuh Dengan Hati sebuah tantangan bagi semua orang tua ..

Orangtua hendaknya mengetahui, memahami, menguasai keterampilan terkait:

  • Sensitivitas untuk mengetahui dengan tepat kapan saatnya berkata “TIDAK” kepada anak.
  • Keteguhan hati dalam memegang prinsip Sosialisasi kemandirian anak.
  • Membedakan antara sikap simpati dan mengasihani.
  • Membedakan sikap/ucapan peringatan (caution) dengan sikap/ucapan yang  menularkan rasa takut   membedakan antara berbicara dengan anak dengan berbicara kepada anak.
  • Dukungan dan dorongan untuk maju (encouragement)   hukuman yang tidak proporsional hanya akan mengembangkan kekuatan yang lebih besar kepada anak untuk bertahan dan menyimpang (defiance).
  • Strategi untuk menghilangkan criticism kepada anak.    menghindarkan pertengkaran.
  • Sosialisasi perlu direncanakan dan dilakukan dalam aktivitas rutin.
  • Cinta dan kasih sayang yang terbaik hendaknya ditunjukkan melalui dorongan-dukungan yang konsisten dan persisten  tugas perkembangan anak yaitu pencapaian perkembangan yang normalnya ditunjukkan anak untuk masing-masing kelompok usia.
  • menciptakan  kegiatan yang menyenangkan dan menggembirakan.

Karya Euis Sunarti

Mengasuh Dengan Hati (Euis Sunarti)

Galih Kekuatan Cerita

June 14th, 2017

Galih Kekuatan Cerita : Internalisasi Karakter Anak Sejak Dini

Tujuan dari kegiatan sosialisasi karakter melalui penggalian kekuatan cerita adalah:

  1. Menanamkan tokoh tersembunyi “hidden model” dalam benak anak yang kelak akan muncul ketika diperlukan.
  2. Meningkatkan kemampuan eksplorasi anak melalui pencarian tokoh lain seperti karakter tokoh cerita, dan dalam kehidupan sehari-hari.
  3. Membangun kemampuan awal pemecahan masalah berkaitan dengan perilaku berkarakter.
  4. Meningkatkan kemampuan anak untuk mengimplementasikan konsep karakter dalam kehidupan sehari-hari.
  5. Membangun kemampuan analisa dan evaluasi manfaat perilaku berkarakter dan dampak negatif perilaku tidak berkarakter, serta menarik kesimpulan sederhana.
  6. Menanamkan konsep diri positif melalui kekuatan kalimat afirmatif.

 

Karya Euis Sunarti

 

Galih Kekuatan Cerita (Euis Sunarti)

Keluarga Berencana dalam Konteks Peningkatan Kualitas Sumberdaya Manusia dan Ketahanan Keluarga

March 7th, 2012

Seminar Program KB dalam Konteks Pembangunan Sumberdaya Manusia (Jakarta 8 September 2008)

 

KELUARGA BERENCANA DALAM KONTEKS PENINGKATAN KUALITAS SUMBERDAYA MANUSIA DAN KETAHANAN KELUARGA

A.   Landasan, Kinerja, dan Tantangan Program KB Indonesia

1.   Landasan dan Urgensi Program KB

 Program Keluarga Berencana (KB) secara mikro berdampak terhadap kualitas individu dan secara mikro berkaitan dengan tujuan pembangunan pada umumnya. Secara mikro, KB berkaitan dengan kesehatan dan kualitas hidup ibu/perempuan, juga kualitas bayi dan anak.  Secara makro, KB dan kesehatan reproduksi berkontribusi baik secara langsung maupun tidak langsung untuk meraih MDG’s (Singh et al. 2003 dalam UNFPA 2006), yaitu : 1) memberantas kemiskinan dan kelaparan, 2) mewujudkan pendidikan dasar untuk semua, 3) mendorong kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan,  4) mengurangi angka kematian anak, 5) meningkatkan kesehatan ibu, 6) menjamin kelestarian lingkungan hidup, dan 7) pembangunan kemitraan global untuk pembangunan

Penggunaan KB berkaitan dengan rendahnya kematian ibu dan kematian anak dan dapat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi. Memiliki anak lebih sedikit dan lebih sehat dapat mengurangi beban ekonomi pada keluarga miskin, dan memungkinkan mereka menginvestasikan sumberdayanya dalam pengasuhan, perawatan, dan sekolah anak, sehingga nantinya diharapkan dapat memutus mata rantai kemiskinan  (UNFPA 2005a, WHO 1994 dalam UNFPA 2006). Secara nasional, investasi KB juga membuka “a window of opportuniity” (jendela kesempatan) bagi pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat melalui penurunan fertilitas dan perubahan struktur umur populasi dan angka ketergantungan (dependency ratio). Peningkatan rasio jumlah pekerja terhadap jumlah anak yang harus ditanggung menyebabkan peningkatan tabungan dan investasi, serta perbaikan standar kualitas kehidupan dan rendahnya kemiskinan (Bloom et al. 2003, Merrick 2002 dalam UNFPA 2006). “A window of opportunity” dapat menurunkan 14 % tingkat kemiskinan di Negara berkembang antara tahun 2000 dan 2015 (Mason and Lee 2004 dalam UNFPA 2006). Investasi dalam KB juga dapat menurunkan biaya pelayanan social seperti biaya pelayanan kesehatan, pendidikan, pangan, perumahan, dsb. Rendahnya pertumbuhan penduduk juga dapat mengurangi tekanan terhadap eksploitasi sumberdaya alam yang terbatas (Singh et al. 2003 dalam UNFPA 2006).

EUIS SUNARTI

Membangun Ketahanan Keluarga dan SDM Indonesia Berkualitas