EUIS SUNARTI

Membangun Ketahanan Keluarga dan SDM Indonesia Berkualitas

Pengaruh Tekanan Ekonomi Keluarga, Dukungan Sosial, Kuaitas Perkawinan, Pengasuhan dan Kecerdasan Emosi Anak Terhadap Prestasi Belajar Anak

March 7th, 2012

Abstract

The Influence of Economic Pressure, Social Support , Marital Quality, Parenting, and Child’s Emotional  Quotient on Child’s  Academic Achievement

The general objective of the study are to analyze correlation between all research variables, analyze the influence economic pressure on marital quality and parenting quality; and analyze the influence marital quality, parenting quality, and child’s emotional quotient on child’s academic achievement. Sampling unit is junior high school students and random sampling was used. The data were collected from April to June 2003 through interviewing the students and their mother. Economic pressure, social support, marital quality, parenting style, and emotional quotient were scored and categorized as high, moderate and low, while the academic performance is an average score from several subjects. By using Spearman’s correlations, it shows that except on social support variable, there are high correlation between all research variables. The higher the level economic pressure the lower the level marital quality, parenting quality, child’s emotional quotient, and child’s academic achievement. By using regression analysis, it show that marital quality influenced by economic pressure and social support (R2=0.336); parenting quality influenced by economic pressure, social support and marital quality (R2=0.311); and child’s academic achievement influenced by marital quality, parenting quality, and child’s emotional quotient (R2=0.610).

[Full Text]

Keluarga Berencana dalam Konteks Peningkatan Kualitas Sumberdaya Manusia dan Ketahanan Keluarga

March 7th, 2012

Seminar Program KB dalam Konteks Pembangunan Sumberdaya Manusia (Jakarta 8 September 2008)

 

KELUARGA BERENCANA DALAM KONTEKS PENINGKATAN KUALITAS SUMBERDAYA MANUSIA DAN KETAHANAN KELUARGA

A.   Landasan, Kinerja, dan Tantangan Program KB Indonesia

1.   Landasan dan Urgensi Program KB

 Program Keluarga Berencana (KB) secara mikro berdampak terhadap kualitas individu dan secara mikro berkaitan dengan tujuan pembangunan pada umumnya. Secara mikro, KB berkaitan dengan kesehatan dan kualitas hidup ibu/perempuan, juga kualitas bayi dan anak.  Secara makro, KB dan kesehatan reproduksi berkontribusi baik secara langsung maupun tidak langsung untuk meraih MDG’s (Singh et al. 2003 dalam UNFPA 2006), yaitu : 1) memberantas kemiskinan dan kelaparan, 2) mewujudkan pendidikan dasar untuk semua, 3) mendorong kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan,  4) mengurangi angka kematian anak, 5) meningkatkan kesehatan ibu, 6) menjamin kelestarian lingkungan hidup, dan 7) pembangunan kemitraan global untuk pembangunan

Penggunaan KB berkaitan dengan rendahnya kematian ibu dan kematian anak dan dapat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi. Memiliki anak lebih sedikit dan lebih sehat dapat mengurangi beban ekonomi pada keluarga miskin, dan memungkinkan mereka menginvestasikan sumberdayanya dalam pengasuhan, perawatan, dan sekolah anak, sehingga nantinya diharapkan dapat memutus mata rantai kemiskinan  (UNFPA 2005a, WHO 1994 dalam UNFPA 2006). Secara nasional, investasi KB juga membuka “a window of opportuniity” (jendela kesempatan) bagi pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat melalui penurunan fertilitas dan perubahan struktur umur populasi dan angka ketergantungan (dependency ratio). Peningkatan rasio jumlah pekerja terhadap jumlah anak yang harus ditanggung menyebabkan peningkatan tabungan dan investasi, serta perbaikan standar kualitas kehidupan dan rendahnya kemiskinan (Bloom et al. 2003, Merrick 2002 dalam UNFPA 2006). “A window of opportunity” dapat menurunkan 14 % tingkat kemiskinan di Negara berkembang antara tahun 2000 dan 2015 (Mason and Lee 2004 dalam UNFPA 2006). Investasi dalam KB juga dapat menurunkan biaya pelayanan social seperti biaya pelayanan kesehatan, pendidikan, pangan, perumahan, dsb. Rendahnya pertumbuhan penduduk juga dapat mengurangi tekanan terhadap eksploitasi sumberdaya alam yang terbatas (Singh et al. 2003 dalam UNFPA 2006).

EUIS SUNARTI

Membangun Ketahanan Keluarga dan SDM Indonesia Berkualitas