EUIS SUNARTI

Membangun Ketahanan Keluarga dan SDM Indonesia Berkualitas

Ketangguhan Hadapi Bencana [Kompas]

April 22nd, 2012

KETANGGUHAN MENGHADAPI BENCANA

Euis Sunarti

Kepala Pusat Studi Bencana LPPM IPB

Rabu, 11 April 2012, sore gempa 8,5 SR berpotensi tsunami kembali melanda Aceh. Kejadian ini mengingatkan dahsyatnya tsunami Aceh-Nias pada akhir 2004 yang menjadi titik balik ”keseriusan” pemerintah membangun sistem nasional penanggulangan bencana.

Keseriusan itu diawali dengan dikeluarkannya Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana. UU ini menempatkan pemerintah sebagai pihak (yang paling) bertanggung jawab dalam penanggulangan bencana.

Namun, sekuat apa pun upaya pemerintah, tetap diperlukan keterlibatan masyarakat. Sebab, masyarakatlah yang berhadapan dan merasakan langsung dampak bencana. Oleh karena itu, sangat penting membangun ketangguhan masyarakat terhadap bencana.

Enam Alasan

Terdapat enam alasan legal dan strategis pentingnya membangun ketangguhan masyarakat terhadap bencana. Pertama karena amanat UU No 24/2007 dan visi program penanggulangan bencana di Indonesia. Juga sesuai strategi PBB dalam pengurangan bencana dan Kerangka Aksi Hyogo, yaitu ”Building the Resilience of Nations and Communities to Disasters”.

Data Base Kurang, NTT Tak Masuk Daerah Kering [Kompas.com]

April 21st, 2012

KUPANG, KOMPAS.com - Meskipun selama ini dikenal menjadi daerah terkering di Indonesia, namun NTT tidak masuk dalam kategori daerah yang mengalami bencana kekeringan, pada analisis yang dilakukan Pusat Studi Bencana, Institut Pertanian Bogor (IPB). Hal itu disebabkan oleh kurangnya data base soal pertanian di Nusa Tenggara Timur.

“NTT tidak termasuk dalam kategori daerah bencana kekeringan,” kata Dr. Euis Sunarti, dari Pusat Studi Bencana IPB,  pada workshop pemetaan wilayah rawan bencana di Kupang, Senin.

EUIS SUNARTI

Membangun Ketahanan Keluarga dan SDM Indonesia Berkualitas

Performance Optimization WordPress Plugins by W3 EDGE